rss

mutiarafr.blogspot.com

Selasa, 01 Maret 2011

KHOTBAH RASULULLAH YANG LAIN

Ibnu Ishak mengatakan bahwa Rasulullah kemudian berkhotbah lagi di hadapan orang –orang. Rasulullah bersabda, “Segala puji bagi Allah. Aku memuji-Nya dan meminta pertolongan-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Perkataan yang paling baik adalah Kitabullah. Beruntunglah orang yang hatinya dihiasi oleh Allah dengan kecintaan kepada Al-Quran, memasukkannya ke dalam agama Islam setelah sebelumnya ia kafir, dan ia lebih memilih Al-Qur’an itu daripada perkataan – perkataan manusia. Al-Qur’an adalah perkataan paling baik dan paling fasih. Cintailah orang yang mencintai Allah. Cintailah Allah segenap hati kalian. Jangan kalian jenuh dan meninggalkan kalamullah. Jangan sampai hati kalian keras dari mengingat Allah. Sembahlah Allah dan jangan menyekutukan apapun dengan-Nya. Bertakwalah kepada-Nya dengan sebenar – benarnya takwa. Buktikanlah kepada Allah perkataan yang baik yang kalian ucapkan dengan mulut kalian. Saling mencintailah antar sesame kalian karena Allah. Sesungguhnya Allah murka janji-Nya dilanggar. Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.”
Sebagaimana telah kit abaca dalam khotbah di atas dan setelah mukadimah yang ringkas serta padat yang harus dikaji secara mendalam agar kita dapat mengambil faedahnya setelah kita memahami aspek – aspek cakupannya, Rasulullah menyinggung Al-Qur’an. Beliau mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah perkataan yang paling baik karena ia adalah kalamullah. Juga karena sebagaimana disebutkan Rasulullah dalam sebuah hadits Rasulullah,
“Di dalamnya ada kisah mengenai kaum – kaum sebelum kalian. Ada pula berita mengenai zaman setelah kalian, ada hukum yang memutuskan permasalahan di tengan kalian. Ialah pemutus perkara, bukan main – main.”
Seorang penyair pernah berkata, “Al-Qur’an adalah ayat terbesar Tuhanmu. Di dalamnya terdapat kecukupan bagi orang yang mencari bukti kenabian. Yang menang adalah ia jika para ahli bahasa berkumpul mengadu keindahan bahasa. Taurat dihapus dengannya padahal ia bercahaya dan injil di belakang padahal ia adalah obor. Begitu pembawanya berjalan di Hijjaz, Ukazh menjadi sempurna dan Hira’ bangkit.”
Utsman bin Affan r.a. meriwayatkan sabda Nabi.,
“Sebaik – baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan lain – lain)

LISAN

Assalamualaikum ^_^
Bismillahirahmaanirohim…
Allahummashalli wa salim ‘ala Rasulillah….
Artikel ini saya kutip dari buku “Lisanmu Adalah Surgamu”  yang dikarang oleh Sufyan Bin Fuad Baswedan.
Semoga kita semua dapat mengambil sedikit ilmu.
Selamat membaca ^_^

Lisan adalah tolok ukur baik buruknya keislaman seseorang. Rasulullah Salallahu alaihi wassalam bersabda,
“Muslim sejati ialah yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya”
(HR. Bukhari no 10 dari Abdullah bin Amru)
Dialah satu dari tiga sifat laki – laki. Imam Hasan Al – Bashri mengatakan, “Lelaki itu ada tiga, lelaki karena dirinya, lelaki karena hartanya dan lelaki karena lisannya.”
(Adab al-Mujalasah hal 47, tulisa al-Hafizh Ibnu Abdil Barr.)
Lisan memiliki beberapa sifat terpuji, di antaranya sebagai alat untuk menerangkan memberi syafaat saat dibutuhkan, penasihat yang mencegah kejahatan, penghibur hati saat berduka dan penenang saat emosi membara.
Dialah organ terkecil yang mampu mengangkat pemiliknya ke Jannah, atau menjerumuskannya ke dasar neraka. Rasulullah salallahu alahi wassalam bersabda yang artinya, “Seorang hamba kadang mengucapkan sepatah kata yang diridhai Allah sedang ia tidak memerhatikannya, namun karenanya Allah mengangkatnya beberapa derajat, dan kadang ia mengucapkan sepatah kata yang dimurkai Allah sedang ia tidak memerhatikannya, namun karenanya terjerumus dalam jahannam”
(HR. Bukhari no. 6478)
Oleh karena itu tak ada pilihan lain bagi kita kecuali satu dari dua hal, diam, atau bicara yang baik. Dengan diam, Anda akan meraih simpati dan tidak menyakiti. Anda akan memiliki wibawa dan tak perlu repot minta maaf. Sebab itu, tahanlah lisan Anda kecuali saat menjelaskan kebenaran atau menolak kebatilan. Tahanlah lisan Anda dari bicara yang tak perlu, niscaya Anda akan selamat.
Diam, artinya menahan lisan dari kejahatan atau ucapan tak berguna. Diam seperti inilah yang bernilai ibadah, bukan diam dari perkataan yang baik seperti dzikir, amar ma’ruf nahi munkar dan semisalnya, karena yang demikian ini tidak mengandung kebaikan sama sekali.
Allahualam bissawab…
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Keajaiban Istighfar

·         Ingin pikiran tenang, hati lapang, jiwa tentram dan hidup nikmat? Perbanyaklah istighfar! Allah berfirman,
“ Minta ampunlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberimu kenikmatan terus-menerus…” (QS. Hud : 3)
·         Ingin badan lebih kuat, sehat dan bebas dari segala penyakit? Perbanyaklah istighfar! Allah berfirman,
“Mohon ampunlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu..” (QS. Hud : 52)
·         Ingin terhindar dari bencana, selamat dari musibah dan terjaga dari fitnah? Perbanyaklah istighfar! Allah berfirman,
“… Dan Allah tidak mengazab mereka, selagi mereka meminta ampun” (QS. Al-Anfal : 33)
·         Ingin curahan hujan, keturunan shalih, dan rezeki lancer? Perbanyaklah istighfar! Allah berfirman,
“…Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak – anakmu, dan menciptakan untukmu kebun – kebun dan sungai – sungai” (QS. Nuh : 10-12)
·         Ingin dosa diampuni, pahala bertambah dan derajat terangkat? Perbanyaklah istighfar! Allah berfirman,
“Katakan, “Bebaskanlah kami dari dosa” , niscaya Kami ampuni kesalahan – kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada mereka yang berbuat baik” (QS Al-Baqarah : 58)

Ciri – cirri perkataan yang baik

Þ     Kalimatnya lembut, tidak mengganggu perasaan atau melukai hati
Þ     Lafazh dan maknanya indah
Þ     Telinga rindu untuk mendengarnya dan hati bahagia karenanya
Þ     Hasilnya baik, tujuannya membangun, dan manfaatnya jelas
Allah berfirman,
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizing Rabbnya. Allah membuat perumpamaan – perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat” (QS. Ibrahim : 24 – 25)

Berkatalah Yang Baik

Saat diam mulai membosankan, atau situasi dan kondisi mengharuskan untuk bicara, maka berkata yang baik adalah pilihan Anda satu – satunya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman yang artinya, “…dan katakanlan perkataan yang baik kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah : 83) Lihatlah ungkapan yang demikian umum dalam ayat tersebut… “kepada manusia”. Ini menunjukkan bahwa orang kafir  pun berhak mendengar kata – kata yang baik dari kita. Bukan hanya itu, bahkan saat berdebat dengannya kita diperintahkan untuk menggunakan kata – kata yang terbaik, sebagaimana firman-Nya,
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik..” (QS. An-Nahl : 125)
Berangkat dari sini, jelaslah bahwa seorang mukmin lebih berhak untuk mendengar kata – kata yang baik dari sesamanya, sebagaiman firman Allah, “Suruhlah hamba – hambaKu agar mereka mengatakan yang lebih baik. Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isra : 53)
Kemudian Allah menyebutkan bahwa perkataan yang baik tadi akan melambung demikian tinggi hingga berada di sisi-Nya, “Kepada-Nya lah naik setiap perkataan yang baik dan amal shalih pun diangkat-Nya…” (QS. Fathir : 10)
Kata – kata yang baik adalah perisai paling mudah dan murah dari siksa Neraka. Salah seorang sahabat yang bernama ‘Adi bin Hatim mengatakan, Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut – nyebut neraka sambil memalingkan wajahnya. Beliau mengatakan, “Jagalah dirimu dari Neraka,” kemudian memalingkan wajahnya lagi. Beliau melakukannya tiga kali hingga kami mengira bahwa beliau sedang memandang ke Neraka ! Kemudian Beliau bersabda,
“Jagalah dirimu dari Neraka walau dengan separuh kurma, Jika tidak ada, maka dangan kata – kata yang baik.” (HR. bukhari no 6174 dan Musli no. 1016)
Dengan berkata baik kepada orang lain, Anda telah bersedekah tanpa keluar sepeserpun. Bahkan boleh jadi Anda mendapat ridha Allah  sejak saat itu hingga hari kiamat tanpa Anda sadari! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,”…perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari no.2827 dan Muslim no 1009 dari Abu Hurairah)
Beliau juga bersabda “Seseorang mungkin mengatakan sesuatu yang diridhai Allah tanpa dikira bahwa hasilnya sampai seperti itu, namun karenanya Allah menetapkan keridhaan-Nya bagi orang itu hingga hari kiamat ..” (HR. Tarmidzi no 2319, Ibnu Majah no. 3969, Ahmad no 15852)
Tahukah Anda , ridha Allah berarti di atas segalanya, bahkan ia lebih mulia dari Jannah sekalipun ! Sebab orang yang mendapatkan ridha Allah berarti tidak akan singgah di neraka sekalipun, akan tetapi langsung menuju Jannah. Bahkan lebih dari itu, ia diizinkan untuk menatap wajah Allah di sana, dan inilah puncak dari seluruh kenikmatan Jannah.
Ridha Allah lebih mulia dari Jnnah karena ia adalah salah satu sifat Allah, sedangkan Jannah adalah makhluk-Nya. Dan jelas bahwa sifat-Nya adalah lebih mulia dari makhluk apapun. Selain itu, ridha Allah adalah syarat utama sesorang diizinkan masuk Jannah.
Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah dari sekarang, siapa tahu sampai sekarang kata – kata tersebut belum terucap? Karenanya, berusahalah semampunya dan ingatlah selalu untuk mengatakannya, semoga Anda mendapatkannya suatu ketika.

“Lisanmu Adalah Surgamu”
Sufyan Bin Fuad Baswedan

Jumat, 18 Februari 2011

Jaga Lilin

Hmm, dari awal semua anak - anak KPK (Karnina, Umi, Thika , Iqram) janjian di sekolah tercinta (katanya) buat bareng - bareng ke rumah bu En - Es - Pe .. hihihihi ..... Buat ngambil pembahasan soal bahasa Indonesia, katanya sich itu yang keluar buat TDS hari Senin, maklum lah kita ini mau cari yang cepat, intinya ga mau belajar, jadinya nyari jawaban yang cepat saji ... hedeh --"

Eits,,, sekalinya, niat buruk kita ga dijabah oleh Allah, pas udah nyampe skul, n siap buat nyerang rumah ibunya, ehhhh.... ibunya malah lagi ada di SMK 1 (pasti acara makan2) hoho...

Fiuh.... kecewa,,, padahal udah dengan semangat membabi buta, buat dapetin jawaban TDS ....

karena ga ada ibunya, qta sejenak nongkrong di gazebo (toiletx kucing) , hihihi alasanx ngerjain soal , tapi sebenarnya mainan sama si botak (anak bule pangsit) yang akrab sama kita.

Ngerasa bosen pertama aq (iqram) imigrasi ke UKS , disusul oleh karnina juga, (nah, dari sini cerita penjagaan lilin dimulai .. Hahaha )

buat anak Smk 3 , udah tau kand denah di dalam ruang UKS seperti apa ?

prtama aq sama nina duduk di kursi Pak Parna (Guru olah raga yg paling sering pake baju meyah) , trus ada orang pacaran di kursi pak marno (itu loh guru olga yg bekacamata) eits,,, mungkin yg lagi pacaran keganggu dengan keberadaan q sama nina, akhirnya mereka pindah ke tempat tidur orang sakit , hmmm, aq sama nina gag ngebiarin tuh aura setan ancol mengerubungi (lalat kali ya?) anak muda itu, kita semakin mendekati org pacaran itu,, hedeh --" gag mempan juga, aq sama nina sengaja gangguin mereka supaya mereka pacaranx bubar, kand dalam misi KPK harus memberantas hal - hal seperti itu ( gayanya aja sich) , tapi keax kalo yg gangguin cuma bedua gag mempan, akhirx (jeng-jeng-jeng-jeng) qta nelpon tika, buat datang ke uks, (te-toy) mereka pun datang (dengan tampang satpam) akhirx yang pacaran pun merasa gelisah dan pergi . (Yes... tugas pertama menghentikan perbuatan yg mendekati perbuatan ZINAH berhasil , terettettert)

Yoyoyoyo.. qta berhasil (baca sambil ngeRapp)

Eits,, masih jaga lilin lagi nich....

Habis dari UKS perut qta laper, dan sasaranx kios (sahhh kioss) gorengan qta datangin
dengan muka - muka lapar, (akhirx umi 5 gorengan, tika 2 gorengan, nina 1 gorengan, iqram 4 gorengan, umi yaa makanx banyak ya... ) habisssss

ga tau deh udah bayar ato belum tadi tu ya ???

eh,,, sekalix,, lo tau gag sich (ngomongx harus alay)
ada yg pacaran lagi di warnet sebelah gorengan....
Ya Allah (muach)
pacaranx lebih parah, ich,,, amyit - amyit , astaghfirullah...

qta berusaha negur yang pacaran itu dengan cara qta (KPK) , qta ajak ngobrol, supaya mereka gag parah...

eh, tapi, emang dasar , obor pertamina !!!!!
gag mempan!! udah deh lanjut mamam aja (sok imut ngemengx)

habis makan ... earghhhhhh ( sendawa )

qta back to UKS,, hmm,,,,
di UKS nganggur, trenggggg (dapat ide)
"qta keliling yuk, cari orang pacaran, qta harus memberantas !!!"

sippp, mobil patroli dikeluarkan, helm sudah siap, muka satpam udah siap !!!!

qta ambil ancang - ancang , and.... gooooooo.......................

we went around....

mana ya??
kok ga ada yg pacaran??
hmm,,,, stop ....!!!!!!!!!!! (ngerem mendadak)
hahaha, ada ternyata... (di depan lab. bahasa inggris)
qta coba jadi pengganggu lagi, biar mereka bubar

huft,,, tapi gag mempan lagi, muka qta terlalu cantik buat jadi pengganggu (hihihi :) )

karena nyerah qta pindah tempat, n cari mangsa baru...

keliling2 lagi...

cuit - cuit...
prikitiew..
uye........


hahahahahahahahahaha (awas, qta abis makan pete)
maaf, kalo layar komputer anda mengeluarkan bau...
soalx petex dapet nyolong jadi tambah khas baux...

qta nemu mangsa baru
tetot !!!
di samping UKS , ada yg pacaran...
siiiippp
mangsa baru...

alasan qta mainan depan mereka, nyindir  - nyindir mereka...
"haduh, kasian mamak ku, aq ijin ke skul, minta sangu, beli bensin, sekalinya aq di skul cuma gini (pacaran) ,"

salah satu sindirannya kea gitu..

trus muka mereka(yg pacaran) mulai keliatan marah dan merasa terganggu..
trus aq bilang lagi "marah??? marah??? merongos???" (gaya bang mahdid musawaroh)

hummbbbbb.... susahx ekh ngerecokin mereka,,, sampe salah satu dari kita harus pulang (nina) , karena dia harus jagain bapakx yg sekarang lagi sakyit, (Ya Allah, sabarkanlah teman kami, Engkaulah yg Maha Mengetahui)

eitss,,,, udah jangan sedih lagi...
back to story...

huhuhu...
dasar anak muda ga ada MALUNYA !!!

lo tau ga sich... mereka masih lanjut pacaran...

tapi, akhirnya mereka bubar juga gara - gara kita geretak mau ngerekam mereka trus di tag di fb...
hahahaha
tekimut, bubar deh mereka...
ckck,,,

Alhamdulillah, hari ini KPK bisa membasmi perbuatan - perbuatan yang tidak disukai Allah..
Semoga Allah ridho ma kita ...
amin :D



* KPK(Komisi Pemberantas Kebenaran) itu nama kelompok kita, misi kita memberantas maksiat sebisa mungkin...
* Hal - hal yg udah qta lakukan : mencabut poster iklan di mading secara diam - diam ( eits, tapi ada alasannya qta mencabut itu semua, tentunya yg qta cabut cuma yg bertentngan dengan Aqidah Islam)

Sebenerx banyak bgt hal lainnya yg menjadi tugas dan misi qta sebagai orang Islam...

ayo,,, buat qta para kaula muda (hehe. yang tua juga bolee) qta tegakkan kalimat Allah !!!!
ALLAHUAKBAR


penulis        : Iqram Mutiara Wiranti
Penyunting  : Umi Kalsum , Thika Malla (si sexy)
Penyemarak: Nina

Terima Kasih kepada Allah, yg telah memberi rahmat, kepada Orang tua qta yg udah ngasi sangu buat qta sekolah sampe bisa bkin cerita ini, kepada om angkot no 2 dan no 7 yg udah nganter qta ke skul, dan para siswa - siswi SMK 3....

Ini hanyalah cerita nyata belaka...
bila ada kesamaan nama itu disengaja..
kalo mau marah silakan, tapi jangan lempar batu, lempar uang aja yahh...
hehe

Salam Ukhuwah
Assalamualaikum

Sabtu, 25 Desember 2010

KHOTBAH RASULULLAH AGAR MENGINGAT MATI

Rasulullah berkhotbah. Setelah membaca hamdalah, beliau bersabda, “Wahai manusia, perbanyaklah mengingat si pelumat kenikmatan. Jika kalian mengingatnya pada saat sulit, ia akan melapangkan urusan sulit kalian itu. Jika kalian mengingatnya pada saat lapang, ia membuat kalian benci kelapangan itu. Kematian adalah pemutus cita – cita dan perputaran hari mendekatkan ajal. Seorang hamba berada di antara duan hari : pertama, hari yang telah lewat saat amalnya dihitung dan ia ditutup dengan amalan itu, dan kedua, hari yang tersisa, ia tidak tahu barangkali ia tidak sampai ke sana. Pada saat nyawa seorang hamba keluar dan kuburannya tiba, ia melihat balasan perbuatannya yang telah lampau dan sedikitnya kecukupan yang telah ia tinggalkan”
“Wahai manusia, dalam qana’ah, ada kecukupan. Dalam penghematan, ada bekal hidup yang cukup, dan dalam kezuhudan, ada ketenangan. Setiap amal ada balasannya, dan semua yang akan dating itu dekat.”
Sebagaimana kita baca, dalam khotbah itu, Rasulullah menyampaikan topiknya kepada seluruh kaum muslimin. Beliau menyuruh mereka agar memperbanyak mengingat si pelumat kenikmatan, yaitu kematian. Memperbanyak mengingat kematian, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah, akan membuat manusia tidak lengah, menjadikannya senantiasa zuhud di kehidupan dunia yang awalnya adalah tangisan, tengahnya adalah kesusahan, dan akhirnya adalah kemusnahan.
Allah berfirman,
“…Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (al-ankabut : 64)
Seorang manusia, sudah semestinya selalu mengingatkan dirinya akan hakikat ini, sehingga ia menganggap dirinya sebagai tamu kehidupan yang sebentar ini, juga agar ia senantiasa memiliki kesiapan matang untuk bertemu dengan Allah, dengan cara memanfaatkan setiap saat dari kehidupannya. Apabila ia sampai pada ajalnya dan tiba saat kepergiannya, ia bahagia dengan perjalanan panjang menuju Allah yang ia jalani.
Dalam satu hadits dinyatakan,
“Barangsiapa suka bertemu dengan Allah, maka Allah pun suka bertemu dengannya. Dan barangsiapa benci bertemu dengan Allah, maka Allah pun benci bertemu dengannya.”

Jika seseorang memperbanyak mengingat kematian, maka ia tidak akan menjadi orang yang tamak dan bakhil. Sebaliknya, ia menjadi orang yang qana’ah dan dermawan. Pada saat yang sama ia akan melaksanakan firman Allah,
“…Dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka)bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang berbuat kerusakan.” (al-Qashas : 77)
Begitulah, semua terjadi karena ia mengetahui bahwa zuhud tidak seperti yang dipahami oleh sebagian orang. Bahwa zuhud adalah berkonsentrasi hanya untuk beribadah dan menjauhi pekerjaan duniawi. Sebagaimana dikatakan para ulama, “Orang zuhud bukanlah orang yang tidak memiliki harta. Orang zuhud adalah mereka yang hatinya tidak disibukkan oleh harta meskipun ia dikaruniai harta yang melimpah seperti Qarun.”
Hendaknya kita memahami segala aspek ini. Marilah kita menjadi orang – orang yang mengenal Allah. Ibnu Umar mengatakan bahwa Rasulullah memegang pundaknya lalu bersabda “Jadilah di dunia seperti orang asing atau orang yang menyeberang jalan.”
Dalam penjelasan hadits di atas, para ulama mengatakan, “Artinya adalah janganlah kamu bersandar kepada dunia. Jangan jadikan dunia sebagai tempat tinggal. Jangan anggap kamu akan tinggal kekal di sana. Jangan mengikat diri dengan dunia kecuali seperti apa yang dibawa oleh seorang asing di tempat yang bukan negerinya. Jangan sibukkan dirimu dengan apa yang tidak menyibukkan seorang asing yang ingin pergi ke keluarganya.”

Allahualam…

*Syekh Thaha Al-Afifi